Selasa, 19 Februari 2013

Sudah Tepatkah Penerima "Bidik Misi" ?

     Saat ini untuk dapat melanjutkan ke perguruan tinggi bukanlah hal yang sulit. tapi terkadang masih banyak orang tua yang takut untuk melanjutkan studi anaknya. hal yang ditakutkan oleh kebanyakan orang adalah biaya masuk, biaya semesteran, dan biaya hidupnya. bayang-bayang mengenai mahalnya biaya kuliah menjadi salah satu faktor mengapa banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. Di zaman yang maju saat ini, banyak juga rang tua yang sangat peduli dengan pendidikan anaknya, pendidikan yang tentunya akan bermanfaat untuk masa depan anaknya kelak. tidak hanya orang tua, pemerintahpun juga sangat peduli dengan nasib dari generasi penerus bangsa. bentuk kepedulian yang diberikan pemerintah yaitu berupan bantuan bidik misi.
     Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementrian Pendidikan Nasional pada tahun 2010 meluncurkan program bantuan biaya pendidikan. bidik misi merupakan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup kepada ribuan mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi yang diberikan kepada kurang lebih 140 perguruan tinggi negeri.Perguruan tinggi negeri yang mendapat bantuanbidik misi yaitu perguruan tinggi yang berada dibawah kementrian pendidikan nasional dan kementrian agama. Mahasiswa penerima bantuan bidik misi dari tahun ke tahun bertambah jumlahnya. dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan prinsip 3T, yaitu : Tepat sasaran, Tepat jumlah dan Tepat waktu. maka para pimpinan dan atau pengelola perguruan tinggi negeri dalam melakukan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang harus dijadikan sebagai pedoman.Diharapkan penyelenggaraan program bidik misi dalam proses seleksi dan dan dalam penyaluran bantuan biaya hidup sehingga mahasiswa penerima bidik misi dapet berprestasi serta menyelesaikan studinya dengan lancar dan tepat waktu, yang akhirnya dapat ikut andil dalam menerukan perjuangan bangsa, memutus mata rantai kemiskinan (sumber: http://pdkpurworejo.wordpress.com/tag/bidikmisi-purworejo/ )
     Apakah prinsip 3T sudah tepat diterapkan? Tepat sasaran ?=sebagian. Tepat jumlah dan tepat waktu ? iya sudah sangat tepat. hal yang menjadi masalah adalah sasarannya, orang yang dibidik, orang yang menerima bantuan. Sebelum dinyatakan seorang calon penerima bidik misi itu sudah di survei oleh petugas. namun yang di survei hanyalah yang dekat-dekat saja.Nah hal ini juga yang mungkin menyebabkan kurang tepat sasaran orang yang menerima bantuan bidik misi tersebut. Sebagian memang sudah diberikan kepada orang yang tepat namun, sebagian lagi juga diberikan kepada orang yang sangat tidat tepat.Bahkan ada yang sangat memerlukan bantuan bidik misi tersebut malah gagal dalam proses seleksinya. Banyak dijumpai mahasiswa yang menerima bidik misi itu tergolong orang yang sangat mampu, dilihat dari kesehariannya, kost kamar mandi dalam, tampilannya, barang-barang mewah yang dimiliki, baju bermerek, dan kendaraan yang digunakannya. Apakah yang barang-barang yang dimiliki oleh sang penerima bidik misi mampu menunjang dalam meningkatkan prestasinya ? TIDAK, sangatlah tidak menunjang dalam meningkatkan prestasi akademiknya. inilah sebagian dari mahasiswa yang salah dibidik, maksudnya bukanlah orang tepat yang menerima bantuan bidik misi. sebagian mahasiswa yang sadar, yang benar-benar sangat membutuhkan dan sangat memanfaatkan bantuan bidik misi itu dengan cara rajin dan semangat belajar agar dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. Mereka merasa mempunyai hutang dengan pemerintah, dan dengan prestasi akademik dan kuliah tepat waktu mungkin salah satu cara mereka membayarnya. namun, itu semua tergantung kepada penerima bidik misi, mau memanfaatkan dengan baik untuk menunjang prestasi akademik atau hanya digunakan untuk senang-senang mengikuti gaya hidup saat ini.