Kamis, 08 November 2012

contoh review NASIONALISME TEORI IDEOLOGI SEJARAH Anthony D. Smith 2003:Erlangga




Setelah saya membaca buku ini saya dapat mengetahui bahwa makna nasionalisme itu adalah , proses pembentukan atau pertumbuhan bangsa-bangsa, sentimen atau kesadaran memiliki bangsa bersangkutan, bahasa dan simbolisme bangsa, gerakan sosial dan politik, dan doktrin dan/ atau ideologi bangsa, baik yang umum maupun yang khusus. Gerakan nasionalis tidak dimulai dengan aksi protes deklarasi atau perlawanan bersenjata. Simbolisme nasional ditandai oleh objek yang mencakup semuanya yakni bangsa, kejelasan wujud dan kegamblangan. Ideologi nasionalisme memberikan dorongan dan arah bagi simbol maupun gerakan. Jadi, ideologilah yang memberikan definisi istilah ‘nasionalisme’, karena kandungannya ditentuksn oleh ideologi yang meletakkan bangsa di dalam masalah dan tujuan utama, serta memisahkan dari ideologi lain yang berdekatan.
Definisi bangsa menekankan pada faktor-faktor ‘objektif’ dan ‘subjektif’. Faktor objektif meliputi bahasa, agama, adat istiadat, wilayah dan institusi. Faktor subjektif meliputi siakap, persepsi, dan sentimen. Bangsa harus mempunyai tanah airnya sendiri, untuk menyatakan kemerdekaan dan agar diakui, bangsa perlu mengevolusi suatu budaya publik dan berkeinginan untuk menentukan diri sendiri. Konsep bangsa didefinisikan sebagai komunitas manusia yang memiliki nama, yang menguasai tanah air serta memiliki mitos-mitos dan sejarah bersama, budaya publik bersama, perekonomian tunggal dan hak serta kewajiban bersama bagi semua anggotanya. Konsep ethnie sebagai suatu komunitas manusia yang memiliki nama, yang berkaitan dengan satu tanah air, memiliki mitos leluhur bersama, kenangan bersama, satu atau beberapa unsur budaya bersama, dan solidaritas tertentu.
Atribut bangsa dan ethnie
No
Bangsa
Ethnie
1
Nama yang tepat
Nama yang tepat
2
Mitos leluhur bersama dan sebagainya
Mitos bersama
3
Kenangan bersama
Sejarah bersama
4
Perbedaan budaya
Budaya publik bersama
5
Kaitan dengan tanah air
Penguasaan tanah air
6
Sejumlah solidaritas (elit)
Hak dan kewajiban bersama


Perekonomian tunggal

Nasionalisme tidak hanya sebagai suatu sistem keyakinan, namun juga sebagai bentuk budaya dan agama. Untuk membangkitkan gerakan nasionalisme hal yang penting bagi seorang nasionalis adalah ideal tentang kelekatan nurani terhadap bangsa. Etno simbolisme menyediakan koreksi yang diperlukan untuk menghadapi klaim para pengikut paradigma lain.
Modernisasi telah mengkikis tradisi dan masyarakat tradisional dan menjadikan bahasa serta budaya sebagai basis tunggal untuk identitas. Nasionalisme adalah cinta terhadap bangsa etnik, berbeda dengan patriotisme, yang merupakan kesetiaan terhadap negara teritorial. Nasionalisme bangsa besar harus memiliki karakter yang menyatukan, inklusif dan ekspansionis. Ciri bangsa modern adalah bangkitnya kewarganegaraan ; menurut ideologi nasionalis, bangsa adalah fenomena massa yang setiap anggota dari masing-masing bangsa adalah seorang warga negara.
Tiga aspek gerakan nasionalisme anti kolonial adalah dengan kebaruannya yang ideologis, basis etnik, dan dunia dalam. Ideologis, semua gerakan berbasis ideologi sehingga menghasilakan bangsa yang berbasis ideologi pula. Aspek kedua adalah pentingnya basis etnik bagi bagsa modern menggunakan ikatan dan sentimen etnis yang telah ada sebelumya, menetapkan diri nasional dengan kriteria yang berlainan, namun selalu mengungkapkan sebanyak mungkin kesinambungan dengan budaya masa lampau. Pokok terakhir menyangkut dunia dalam dari ethnie dan bangsa. Dukungan kepada rakyat hanya dapat diselenggarakan melalui penemuan dan penggunaan kenangan, simbol, mitos, nilai, dan tradisi kolektif mereka. Tanpa pemahaman yang memadai tentang sejarah batiniah bangsa-bangsa, kita tidak akan mampu memperhitungkan perkembangan masa depan di era global.
Faktor kunci kemerosotan nasionalisme adalah dilewatkannya budaya nasional. Faktor pendorong digantikannya nasionalisme dan bubarnya bangsa karena hal ini disebabkan oleh warisan etnisitas pramodern, karena ini merupakan distribusi sejarah etnik yang tidak seimbang. Pendorong timbulnya nasionalisme adalah kemerosotan relatif dalam perekonomian, kekurangan relatif dalam hal sumber daya budaya dan etno simbolik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar