Setelah saya membaca buku ini saya dapat
mengetahui bahwa makna nasionalisme itu adalah , proses pembentukan atau
pertumbuhan bangsa-bangsa, sentimen atau kesadaran memiliki bangsa bersangkutan,
bahasa dan simbolisme bangsa, gerakan sosial dan politik, dan doktrin dan/ atau
ideologi bangsa, baik yang umum maupun yang khusus. Gerakan nasionalis tidak
dimulai dengan aksi protes deklarasi atau perlawanan bersenjata. Simbolisme
nasional ditandai oleh objek yang mencakup semuanya yakni bangsa, kejelasan wujud
dan kegamblangan. Ideologi nasionalisme memberikan dorongan dan arah bagi
simbol maupun gerakan. Jadi, ideologilah yang memberikan definisi istilah
‘nasionalisme’, karena kandungannya ditentuksn oleh ideologi yang meletakkan bangsa
di dalam masalah dan tujuan utama, serta memisahkan dari ideologi lain yang berdekatan.
Definisi bangsa menekankan pada faktor-faktor ‘objektif’
dan ‘subjektif’. Faktor objektif meliputi bahasa, agama, adat istiadat, wilayah
dan institusi. Faktor subjektif meliputi siakap, persepsi, dan sentimen. Bangsa
harus mempunyai tanah airnya sendiri, untuk menyatakan kemerdekaan dan agar
diakui, bangsa perlu mengevolusi suatu budaya publik dan berkeinginan untuk
menentukan diri sendiri. Konsep bangsa didefinisikan sebagai komunitas manusia
yang memiliki nama, yang menguasai tanah air serta memiliki mitos-mitos dan
sejarah bersama, budaya publik bersama, perekonomian tunggal dan hak serta
kewajiban bersama bagi semua anggotanya. Konsep ethnie sebagai suatu komunitas
manusia yang memiliki nama, yang berkaitan dengan satu tanah air, memiliki
mitos leluhur bersama, kenangan bersama, satu atau beberapa unsur budaya
bersama, dan solidaritas tertentu.
Atribut bangsa dan ethnie
No
|
Bangsa
|
Ethnie
|
1
|
Nama yang tepat
|
Nama yang tepat
|
2
|
Mitos leluhur bersama dan sebagainya
|
Mitos bersama
|
3
|
Kenangan bersama
|
Sejarah bersama
|
4
|
Perbedaan budaya
|
Budaya publik bersama
|
5
|
Kaitan dengan tanah air
|
Penguasaan tanah air
|
6
|
Sejumlah solidaritas (elit)
|
Hak dan kewajiban bersama
|
Perekonomian tunggal
|
Nasionalisme tidak hanya sebagai suatu sistem
keyakinan, namun juga sebagai bentuk budaya dan agama. Untuk membangkitkan
gerakan nasionalisme hal yang penting bagi seorang nasionalis adalah ideal
tentang kelekatan nurani terhadap bangsa. Etno simbolisme menyediakan koreksi
yang diperlukan untuk menghadapi klaim para pengikut paradigma lain.
Modernisasi telah mengkikis tradisi dan
masyarakat tradisional dan menjadikan bahasa serta budaya sebagai basis tunggal
untuk identitas. Nasionalisme adalah cinta terhadap bangsa etnik, berbeda
dengan patriotisme, yang merupakan kesetiaan terhadap negara teritorial. Nasionalisme
bangsa besar harus memiliki karakter yang menyatukan, inklusif dan
ekspansionis. Ciri bangsa modern adalah bangkitnya kewarganegaraan ; menurut
ideologi nasionalis, bangsa adalah fenomena massa yang setiap anggota dari
masing-masing bangsa adalah seorang warga negara.
Tiga aspek gerakan nasionalisme anti kolonial
adalah dengan kebaruannya yang ideologis, basis etnik, dan dunia dalam.
Ideologis, semua gerakan berbasis ideologi sehingga menghasilakan bangsa yang
berbasis ideologi pula. Aspek kedua adalah pentingnya basis etnik bagi bagsa
modern menggunakan ikatan dan sentimen etnis yang telah ada sebelumya,
menetapkan diri nasional dengan kriteria yang berlainan, namun selalu
mengungkapkan sebanyak mungkin kesinambungan dengan budaya masa lampau. Pokok
terakhir menyangkut dunia dalam dari ethnie dan bangsa. Dukungan kepada rakyat
hanya dapat diselenggarakan melalui penemuan dan penggunaan kenangan, simbol,
mitos, nilai, dan tradisi kolektif mereka. Tanpa pemahaman yang memadai tentang
sejarah batiniah bangsa-bangsa, kita tidak akan mampu memperhitungkan
perkembangan masa depan di era global.
Faktor kunci kemerosotan nasionalisme adalah
dilewatkannya budaya nasional. Faktor pendorong digantikannya nasionalisme dan
bubarnya bangsa karena hal ini disebabkan oleh warisan etnisitas pramodern,
karena ini merupakan distribusi sejarah etnik yang tidak seimbang. Pendorong
timbulnya nasionalisme adalah kemerosotan relatif dalam perekonomian,
kekurangan relatif dalam hal sumber daya budaya dan etno simbolik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar