Minggu, 03 Maret 2013

Sosok Ibu untuk anaknya




                Hallo teman-teman, selamat datang di blog saya. Di dalam blog ini mari kita bersama-sama mendiskusikan sosok seorang ibu untuk kita. Mari kita flashback saat kita masih kecil tak berdaya. Tak bisa melakukan apa-apa sendiri. Hanya bisa menangis dan merepotkan ibu kita saja. Tapi ingatlah apakah ibu kita merasa repot merawat kita selama ini?. Pasti tidak. Betapa mulia dan sabarlah sosok ibu kita itu. Saat kita masih dalam kandungan, ibu selalu merawat dan menjaga kita. 9 bulan ibu mengandung kita, melahirkan, kemudian merawat kita menjadi dewasa seperti saat ini. Saat ibu kita melahirkan dibutuhkan tenaga, mental, dan pikiran akan dikerahkan guna menghadapi proses melahirkan( http://bidanku.com/index.php?/tanda-tanda-akan-melahirkan#sthash.0cuIELda.dpuf). Saat proses melahirkan, rasa sakit yang teramat sangat sudah pasti dirasakan semua ibu yang akan melahirkan seperti terasa nyeri di selangkangan, sakit perut, sakit pada panggul dan tulang belakang. Bahkan seringkali kita mendengar orang melahirkan itu taruhannya nyawa. Subhanallah, begitu besar pengorbanan ibu untuk melahirkan kita di dunia. Kelahiran yang banyak dinantikan banyak orang. Pengorbanan ibu tidak berhenti bahkan mungkin tidak akan berhenti. Seorang ibu mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepada sang anak, mendidiknya, dan mengasihinya. Boleh dikatakan selama ini, kita selalu menyusahkan orang tua kita. Hal yang dipertanyakan apakah selama ini kita sebagai anak sudah membahagiakan orang tua kita? Tanpa kita sadari pastilah kita pernah melukai hati dan perasaan seorang ibu. Membantah perintahnya bahkan terkadang saat kita merasa lelah merasa tidak ingin di ganggu kita tanpa sadar telah membentak ibu. Astagfirullah, itu merupakan dosa yang teramat sangat besar. untuk membahagiakan kedua orang tua kita kita tidak perlu melakukan hal yang besar, cukup simple saja yaitu mematuhi orang tua, melaksanakan apa yang orang tua kita katakan, dan jangan sesekali kita membantahnya. Hal itu terlihat sangatlah sederhana namun sulit untuk dilakukan.
            Ibuku adalah wonderwoman. Semua hal bisa dilakukannya. Sosok ibu adalah seseorang yang paling memahami kita. Ikatan seorang anak dan ibu sangatlah kuat. Bagi seorang ibu anak adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya, anak adalah karunia besar yang telah Allah titipkan kepada orang tua kita, bahkan seorang ibu tidak mau dipisahkan dari anaknya. Nah, begitu penting arti anak bagi seorang ibu. Bagaimana arti ibu untuk kita sebagai seorang anak teman-teman?. Menurut penulis sosok seorang ibu itu sangatlah penting dan tidak bisa dijelaskan seberapa pentingnya karena itu tidak dapat diukur. Ibu itu segala-galanya dalam hidupku. Penulis akan menceritakan sosok ibu yang sangat penulis sayangi. Penulis sangat dekat dengan sosok seorang ibu, bahkan keluargaku pun menyebutku anak mami,manja dll, hal apapun penulis selalu menceritakan kepada ibu, bahkan seperti seorang teman. Panggilan sayang penulis kepada ibu adalah “mami”. Waktu itu penulis pernah bertanya kepada ibu, bagaimana sikap dan sifat penulis saat masih kecil. Inti dari cerita ibu adalah bahwa penulis saat masih kecil sangatlah nakal. Tapi nakalnya masih wajar sebatas anak-anak. Tidak suka bermain boneka seperti anak perempuan pada umumnya. Penulis lebih suka bermain mobil-mobilan dan bermain dengan anak laki-laki. Saat masih kecil penulis pernah 2 kali masuk rumah sakit dalam satu bulan. Nah saat itu semua keluarga besar sangat sedih. Saat akan di infus perawat merasa kesulitan, biasanya yang di infus adalah tangan. Karena saat masih kecil penulis gendut, saat akan dicari denyut nadinya perawat mengaku kesulitan. Tangan susterpun pernah ku gigit. Saat itu dokter menyarankan untuk memasang infus di daerah kening. Namun ayah, ibu, om dan semua keluarga besar tidak setuju dan akhirnya infus itu dipasang di telapak kaki sebelah kiri (masih terlihat bekas jahitannya sampai sekarang). Kata ibu itulah saat-saat yang paling menyedihkan, melihat anaknya sakit tak berdaya, ibupun selalu menangis saat aku menagis. Tapi semenjak sakit itu kata ibu penulis menjadi tidak nakal lagi. Semakin dewasa penulis pun berpikir betapa sayangnya ibu kepadaku, nah sekarang bagaimana caranya agar penulis dapat membalas jasa kepada kedua orang tua. Alhamdulillah penulis diberi kemudahan dalam menuntut ilmu mungkin ini juga berkat doa dari seorang ibu. Penulis mendapat juara kelas saat di SD, 10 besar pararel di SMP, dan 10 besar pararel di SMA, dan lolos snmptn undangan tahun 2012 di salah satu universitas di Yogyakarta, semua yang penulis dapatkan itu membuat ibu menjadi bangga. Penulis begitu menyadari betapa mujarabnya doa dan dukungan seorang ibu. Tanpa doa dari ibu mungkin semua itu tidak akan tercapai.
            Sebagai manusia yang tidak luput dari dosa penulis juga pernah melukai hati seorang ibu. Hati yang begitu lembut, yang tulus mencintai dan menyanyangi kita. Sangatlah merasa tidak nyaman saat kita bertengkar dengan ibu. Tanpa kita sadari saat kita sedang ada konflik dengan ibu, pasti tidak akan lama. Kita akan baikan lagi dengan ibu. Seperti saat ini penulis berada jauh dari ibu, sering sekali merasakan rindu dengan ibu. Biasanya tidak pernah jauh dari ibu dan sekarang harus terpisahkan oleh jarak. Saat pertama kali kost, malam harinya penulis menangis, karena berada jauh dengan orang tua khususnya ibu. Jujur itu sangat berat dan penulis merasa tersiksa dengan semua ini. Namun semua ini harus penulis lakukan untuk meraih masa depan penulis agar dapat mencapai satu tujuan utama, yaitu membahagiakan kedua orang tua. Karena penulis sangat menyadari bahwa Ridho Allah itu adalah ridho kedua orang tua.
            Itulah kedekatan penulis dengan sosok Ibu, apabila diantara kalian menyanyangi Ibu maka bahagiakanlah mereka, janganlah membuat mereka menangis karena sedih tapi menangis karena bangga dengan kalian, janganlah menjadi anak yang durhaka. Karena anak yang durhaka akan mendapat dosa yang sangat besar dari Allah SWT. Semoga apa yang telah dituliskan diatas dapat bermanfaat untuk kita semua. Kita harus lebih dan lebih menyayangi kedua orang tua kita terutama ibu, kita dapat mengatakan kepada ibu kita Mom, you’re my everything. Untuk mamiku tercinta walaupun kita terpisahkan oleh jarak namun aku akan tetap dan selalu menyayangimu dan disetiap doa yang ku panjatkan selalu ada untuk mu ibu. I LOVE YOU, I MISS YOU MOM :*

1 komentar: